Jumat, 22 November 2013
LINK in Love
BLINK adalah salah satu genk cewek terpopuler di SMA Adventura, Bandung.
Dibilang poluler karena selain membernya cantik-cantik, mereka juga sangat
terkenal di Ventskul (Singkatan SMA Adventura) karena segudang prestasi mereka.
Apalagi salah satu dari mereka adalah anak pemilik yayasan tempat mereka
bersekolah. Selain itu, mereka juga punya segudang prestasi yang nggak bisa
dianggap biasa. Mau tau siapa aja sih member BLINK?! Ini dia neh.
Ada Febriani Rastanty, personel paling tua di BLINK. Cewek yang akrab disapa
Febby dan dipanggil ‘kak Ebby’ sama personel lainnya ini adalah sosok paling
dewasa diantara mereka berlima. Pengaruh usia yang setahun diatas Via, Shilla,
dan Ify serta dua tahun diatas Prissy membuatnya sedikit disegani personel
BLINK. Febby orangnya ngemong banget, makanya BLINK mudah deket sama dia. Cewek
cantik penghuni XII IA1 ini juga seorang model lhooo, sesuai sih body dan
wajahnya mendukung banget, photogenic lagi, mantep dah tuh. Dia juga lumayan
pinter, selalu masuk 10 besar di kelasnya. Oh iya, cewek ini feminine abis!!!
Update banget soal fashion dll, makanya dijuluki miss fashion sama member BLINK
lainnya. Nggak salah kalo dia juga didaulat jadi kapten Cheers di Ventskul.
Next ada Ashilla Zahrantiara. Cewek satu ini berbeda seratus delapan puluh
derajat sama Febby. Kalo Febby orangnya ngemong banget, Shilla malah manja
banget, sebelas dua belas deh sama Via. Kalo Febby orangnya Fashionista, Shilla
malah cuek banget sama penampilan dia. Aktif di bidang jurnalis bagian tulis
menulis, partner klop Via dalam urusan ngejahilin orang. Penghuni XI IA2 ini
cukup cerdas di kelasnya, tidak pernah lepas dari posisi 10 besar. Cantik,
ramah, tapi rada cuek soal penampilan. Suka jutek sama orang yang nggak dia
suka. Karena sikap cueknya itu, dia dijuluki miss cuek sama member BLINK
lainnya.
Ada juga si manis Alyssa Saufika ato akrab di sapa Ify sama member BLINK
lainnya. Cewek satu ini antara Febby dan Shilla, nggak cuek-cuek amat sama
penampilan, tapi nggak gila fashion juga kayak Febby. Dari Shilla, Via, dan
Ify, Ify-lah yang paling cerdas diantara mereka. Nggak pernah lepas dari
peringkat satu deh. Mentok-mentok juga di peringkat dua, itupun dari dia SD
bisa diitung pake jari. Sayangnya dia nggak sekelas sama Via dan Shilla,
sendiri di XI IA1. Kemampuannya main alat music nggak bisa diremehin lagi deh,
masternya dia mah. Alat music yang paling dikuasainya adalah piano. Sering di
daulat jadi pianis sekolah kalo ada ajang pensi dan sejenisnya. Sering juga
ikut lomba sana-sini dan dapet penghargaan yang lumayan buat menuhin lemari
pajangan di kamar, hihihi…
Nggak ketinggalan, Sivia Azizah. Cewek chubby ini rada jahil, cerewet,
bawel, cablak lagi, ahihihihihi. Easy going banget. Nggak ngerjain tugas?! Santai!!!
Besok ulangan?! Santai!!! Kelupaan sesuatu?! Santai!!! Pokoknya santai banget
deh anaknya, sampe dijuluki miss santai sama BLINK. Kalo Shilla aktif di
jurnalis bagian tulis menulis, Via kebagian bidang photography. Nggak jarang
keduanya sering duet untuk menghasilkan artikel-artikel yang pastinya okepunya
tentang sekolah dan kegiatan sehari-hari mereka. Suka ngejahilin orang bareng
Shilla. Bisa manja banget kalo sama yang lebih dewasa, bisa juga ngemong sama
mereka-mereka yang masih muda. Paling seneng sama anak kecil. Karna sekelas
sama Shilla, mereka jadi duduk satu meja berdua. Dan yah, cewek satu ini nggak
boleh dianggap remeh lho kemampuan akademiknya. Pasti masuk 5 besar deh.
The last but not least, BLINK punya Agatha Pricilla, cewek termuda yang baru
duduk di kelas X. Prissy emang paling muda di BLINK, tapi bukan berarti dia
yang paling manja. Cewek satu ini update banget soal gadget, nggak heran dia
dijuluki miss gadget. Karena dia yang paling muda, dia sering jadi korban
kejailan Via – Shilla. Eum, termasuk salah satu anak ekskul teater, soalnya
kemampuan aktingnya oke banget. Kadang dia sering balik ngerjain Via – Shilla
dengan aktingnya itu, yang sayangnya kemudian bisa dibaca kalo dia lagi acting.
Entah kenapa di depan BLINK kemampuan aktingnya payah banget.
Itu tadi sekilas tentang member BLINK. BLINK sendiri udah dibentuk sejak
Febby masih kelas X, dan makin jaya dua tahun kemudian. Ngomong-ngomong soal
cinta neh, ternyata member BLINK punya cerita tersendiri lho… mau tau seperti
apa kisahnya?! Jangan lewatkan Pentalogi BLINK in Love ini yaa…
“Whoaa, aku merasa hidupku tidak normal sekarang. Setiap hari sepulang sekolah langsung ke Cibubur (Bogor, lokasi syuting-red), padahal sekolahku, kan di BSD (Tangerang). Benar-benar enggak punya waktu. Pulang ke rumah bisa jam 4 pagi. Rasanya enggak normal. Tapi enggak apa-apa. Untung di sini semuanya fun, jadi kami menjalaninya enjoy saja,” bilang Ashilla. Antara senang dan capek. Rasa lelah terbayar kala nama mereka semakin dikenal.
Yang suka bikin sedih, karena syuting padat, job menyanyi kadang dibatalkan. “Dalam satu minggu, penampilan di Inbox, Dahsyat, bisa batal gara-gara skedul syuting padat. Sayang banget,” aku Ashilla. Lama-kelamaan, buku-buku pelajaran pun dibawa ke lokasi syuting, hingga guru diboyong ke lokasi syuting.
Bagaimana lagi? Sekalipun tengah di puncak popularitas, jangan sampai ketinggalan pelajaran. Terlebih Febby. Dia bisa menangis kalau sampai tidak ikut ujian atau terlambat datang ke sekolah. “Kalau nyanyi saja terganggu, bagaimana sekolah? Jadwal sekolah bisa kacau,” cetus Febby, yang ingin kuliah hukum di Universitas Indonesia.
Sejak kecil, gadis kelahiran 30 Juli 1996 ini sudah sering mengikuti lomba, sanggar, pemotretan, dan sinetron, namun tak pernah meninggalkan sekolah. Ibunya bercerita, suatu pagi, ayahnya telat membangunkan karena tak tega. “Dia menangis, benar-benar menangis, marah kepada papanya. Katanya kenapa telat membangunkan, Febby harus sekolah. Padahal kami ini suka enggak tega, kasihan pulangnya hampir pagi, masa buru-buru dibangunkan,” cerita ibunda Febby. Semakin sibuk, waktu tidur otomatis berkurang. “Tidur itu sekarang langka banget. Kalau ada libur sehari, hal yang pengin aku lakukan adalah tidur. Kalau liburnya dua hari, aku bagi, 6 jam untuk jalan-jalan ke mal bersama teman-teman, 6 jam lagi tidur,” ungkap Febby.
Berperan sebagai Nina dalam Putih Abu-Abu, chemistry Febby dengan Eza dan Derby klik banget. Penggemar pun dibuat ikut penasaran, bahkan berharap dalam kehidupan nyata, Febby jadian benaran dengan Eza atau Derby. Harapan terbanyak jatuh pada sosok Derby yang memerankan Andre, tipe cowok populer, pintar, baik hati. Ssst, kabarnya mereka sangat mesra di lokasi syuting. Dengan Kak Eza juga enggak kalah mesra, lho.
“Kami berteman saja, kayak kakak-adik. Mereka baik. Namanya main bareng, kan memang harus dekat, kalau enggak nanti chemistry-nya enggak nyambung. Kak Eza itu jail. Hampir sama dengan tokoh yang dia perankan, Kelvin. Aku sering dijaili, sering diganggu. Dia suka bercanda orangnya. Tahu saatnya bercanda kapan, serius kapan. Kak Derby juga asyik, care kayak kakak banget,” ujarnya.


0 komentar:
Posting Komentar